SuaraParlemen.id, Jambi – Eskalasi konflik yang kian memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada warga Kota Jambi. Sejumlah jemaah umrah asal daerah ini dilaporkan tertahan di Tanah Suci menyusul pembatalan dan penundaan jadwal penerbangan internasional akibat situasi keamanan yang tidak kondusif.
Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan rasa prihatin mendalam atas kondisi tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa meski rombongan jemaah umrah pemerintah kota dan kafilah MTQ telah kembali dengan selamat sebelum konflik memuncak, masih ada warga dari berbagai biro perjalanan swasta yang saat ini belum bisa pulang ke tanah air.
“Sekarang banyak warga Kota Jambi dari berbagai biro perjalanan yang masih berada di sana dan tertahan. Kami terus berkoordinasi dan berdoa mudah-mudahan ada jalan keluarnya agar mereka bisa kembali dengan selamat,” ujar Maulana di Jambi, Rabu (11/03/2026).
Dampak Serangan Rudal terhadap Penerbangan
Situasi di wilayah Timur Tengah saat ini sedang dalam ketegangan tinggi akibat serangan rudal yang memicu penutupan ruang udara dan gangguan jadwal maskapai penerbangan dunia. Hal ini memicu kekhawatiran pihak keluarga dan pemerintah daerah terhadap keselamatan warga Indonesia yang sedang beribadah.
Pemerintah Kota Jambi saat ini fokus memantau perkembangan terkini dan terus mengikuti informasi resmi untuk memastikan perlindungan bagi para jemaah. Maulana berharap kondisi keamanan segera stabil sehingga aktivitas penerbangan dapat kembali normal tanpa kendala.
“Kami berharap semua jemaah yang sedang menjalankan ibadah tetap dilindungi Allah SWT dan dapat segera melanjutkan perjalanan pulang,” pungkasnya. (Amel)

