SuaraParlemen.id, Jakarta – Aktivitas perdagangan di Pasar Tanah Abang mulai menunjukkan tren pemulihan yang signifikan. Setelah sempat tertekan akibat perubahan pola belanja masyarakat, kini para pedagang di pusat grosir tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut mulai merasakan peningkatan omzet penjualan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengungkapkan bahwa sebagian besar pedagang mengalami kenaikan penjualan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini disampaikannya usai melakukan kunjungan langsung dan berdialog dengan para pelaku usaha di Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

“Tadi saya tanyakan, memang sebagian besar menyampaikan sudah mulai ada perbaikan. Walaupun belum sepenuhnya sesuai harapan, kenaikannya rata-rata sudah mencapai 20 hingga 30 persen,” ujar Pramono.

Peningkatan ini terlihat dari kembali bergairahnya transaksi dan meningkatnya jumlah pembeli yang datang langsung ke pasar. Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bagi ekosistem perdagangan tekstil yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi banyak daerah di Indonesia.

Selain faktor daya beli, Pramono menyoroti adaptasi teknologi sebagai kunci bertahannya para pedagang. Di tengah gempuran toko online, pedagang Tanah Abang kini mulai memadukan strategi penjualan offline dengan pemanfaatan platform digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Dukungan pemerintah juga terus mengalir, salah satunya melalui gelaran Jakarta Hijab Fest di kawasan tersebut. Dalam acara ini, pejabat Pemprov DKI dan BUMD mengenakan busana yang dibeli langsung dari pedagang setempat sebagai bentuk promosi produk UMKM lokal.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya melakukan inspeksi mendadak, menegaskan bahwa kondisi pasar yang ramai membuktikan daya beli masyarakat masih terjaga.

“Ternyata daya beli masih ada, orang masih belanja. Artinya, ekonomi kita sedang bagus dan jauh dari isu resesi atau krisis,” tegas Purbaya, (14/3).

Baca juga :  Bupati Temanggung: Alat Proteksi Kebakaran Adalah Investasi Nyawa, Bukan Sekadar Biaya

Pemulihan di Pasar Tanah Abang ini diharapkan terus stabil dan menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor perdagangan rakyat. (Amel)