SuaraParlemen.id, Buol – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, Sulawesi Tengah, mengambil langkah strategis untuk menghemat anggaran daerah dengan menyewa 32 unit mobil dinas baru bagi para pejabat operasional. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap efisiensi anggaran di lingkungan pemerintah daerah.
Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, mengungkapkan bahwa sistem sewa ini jauh lebih ekonomis dibandingkan mempertahankan kendaraan lama. Saat ini, sekitar 90 persen kendaraan operasional dinas di Buol sudah tidak layak pakai karena telah berusia antara 10 hingga 20 tahun.
“Kondisi kendaraan yang tua memberikan beban tinggi pada APBD. Biaya perawatan atau maintenance bisa mencapai Rp6 juta per bulan untuk setiap mobilnya,” ujar Risharyudi saat dihubungi, (26/3/2026).
Dengan beralih ke sistem sewa, Pemkab Buol berhasil menekan biaya perawatan hingga nol rupiah karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak ketiga. Selain itu, efisiensi juga menyasar sektor bahan bakar yang semula memakan biaya di atas Rp1 miliar, kini dapat ditekan menjadi sekitar Rp500 juta per tahun.
Langkah ini juga bertujuan untuk mendukung kelancaran tugas kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak lagi terkendala masalah teknis, seperti mobil mogok saat menuju agenda penting. Terkait pembayaran, Bupati menjelaskan bahwa biaya sewa akan dibayarkan kepada pihak ketiga pada triwulan ketiga, sehingga status saat ini masih berupa kewajiban berjalan.
Risharyudi menegaskan bahwa jika kebijakan sewa ini tidak dilakukan, pemerintah daerah justru harus menanggung beban yang jauh lebih besar. “Jika kita tidak menggunakan sistem sewa, pemerintah harus kembali menanggung biaya perawatan kendaraan tua yang mencapai Rp3 miliar per tahun,” pungkasnya. (Amel)

