SuaraParlemen.id, Jambi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi mendorong pengintegrasian program desa wisata dengan Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) di Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan lokasi edukasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Anggota DPRD Provinsi Jambi, Ansori Hasan, menyatakan bahwa integrasi ini sangat layak menjadi prioritas sejalan dengan pengesahan Raperda tentang desa wisata baru-baru ini. Ia menilai kerja sama erat dengan Dinas Pariwisata dapat mengemas penangkaran gajah menjadi destinasi unggulan yang menarik wisatawan.

“Keberadaan gajah di Muara Sekalo dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat jika dikelola serius oleh BKSDA Jambi bersama desa wisata setempat serta didukung pemerintah daerah,” ujar Ansori Hasan di Jambi, (1/2/2026).

Kabupaten Tebo sendiri memiliki potensi besar dalam pariwisata berbasis konservasi, terutama perlindungan gajah di bentang alam Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Data BKSDA menunjukkan populasi gajah terbesar di kawasan ini mencapai 129 ekor.

Meski memiliki potensi besar, Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko, mengakui adanya kendala infrastruktur jalan yang belum memadai dari pusat kota menuju lokasi. Padahal, akses jalan yang baik merupakan kunci utama untuk mendongkrak minat kunjungan wisatawan.

Sejak diresmikan pada 2022, PIKG sebenarnya telah dilengkapi fasilitas penginapan (mess) dan sarana pendukung lainnya. Namun, kapasitasnya diakui masih terbatas. Oleh karena itu, BKSDA mendorong masyarakat di wilayah penyangga untuk berpartisipasi menyediakan akomodasi tambahan.

Integrasi ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian satwa melalui mitigasi konflik gajah, tetapi juga membangkitkan ekonomi lokal melalui pemanfaatan kekayaan alam dan konservasi yang berkelanjutan. (Amel)

Baca juga :  Elviana: Srikandi Jambi yang Tiga Dekade Setia Mengabdi di Parlemen