SuaraParlemen.id, Arab Saudi – Kementerian Energi Arab Saudi secara resmi mengumumkan keberhasilan pemulihan kapasitas penuh saluran pipa minyak Timur-Barat. Fasilitas strategis ini kembali beroperasi normal setelah sebelumnya mengalami gangguan serius akibat serangan terhadap sejumlah fasilitas energi di kawasan Teluk, (13/4/2026).

Dalam pernyataan resminya, pihak kementerian menegaskan bahwa upaya operasional dan teknis telah mengembalikan kapasitas penyaluran hingga tujuh juta barel per hari. Jalur pipa ini merupakan urat nadi energi yang menghubungkan ladang minyak di wilayah timur Arab Saudi langsung menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah yang berada di bagian barat kerajaan.

Selain jalur pipa utama, produksi minyak di ladang Manifa juga dilaporkan telah kembali ke level semula. Pemulihan ini mencakup sekitar 300.000 barel per hari yang sempat hilang selama periode ketegangan militer antara Amerika Serikat-Israel dan Iran di Timur Tengah.

Kantor Berita Arab Saudi, SPA, melaporkan bahwa konflik tersebut sempat mengacaukan operasi fasilitas energi utama milik kerajaan. Salah satu dampak yang paling signifikan adalah kerusakan pada stasiun pompa yang menyebabkan hilangnya kapasitas penyaluran hingga 700.000 barel per hari.

Langkah cepat pemulihan ini dinilai krusial bagi stabilitas pasokan energi dunia, mengingat posisi Arab Saudi sebagai salah satu eksportir minyak terbesar. Dengan kembalinya kapasitas penuh jalur Timur-Barat, distribusi minyak mentah menuju pasar global melalui jalur Laut Merah kini dipastikan kembali lancar tanpa hambatan teknis berarti. (Amel)

Baca juga :  Bulog Jambi Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Hingga Akhir 2026, Warga Diimbau Tak Panic Buying