SuaraParlemen.id, Jambi – Teka-teki keberadaan M. Alung Ramadhan (23), tersangka pemilik 58 kilogram sabu yang melarikan diri dari lantai II Gedung Polda Jambi, hingga kini masih menjadi sorotan publik. Alung secara dramatis melompat dari jendela ruang penyidik dalam kondisi tangan terborgol dan menghilang di tengah kegelapan malam.
Penelusuran mendalam di kampung halaman Alung, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, mengungkap fakta yang mengejutkan. Kawasan yang beririsan langsung dengan Sungai Batanghari ini diduga telah bertransformasi menjadi “pasar besar” narkoba.
Menurut kesaksian sejumlah tokoh masyarakat setempat, peredaran sabu di wilayah tersebut berlangsung secara terang-terangan. “Transaksi dilakukan di tepi jalan dan lorong-lorong kecil. Sudah seperti orang membeli kacang rebus, tawar-menawar harga dilakukan secara terbuka tanpa takut,” ujar seorang sumber berinisial D kepada media.
D menyebutkan bahwa di satu RT saja, bisa ditemukan sekitar 10 bandar sabu. Ironisnya, para bandar ini dengan berani menjamin keamanan kaki tangan mereka dari jangkauan hukum, sehingga para pemuda setempat tidak ragu menawarkan barang terlarang tersebut kepada orang baru yang melintas.
Memasuki area perkampungan melalui jalur alternatif, suasana terasa mencekam bagi orang asing. Terdapat titik-titik keramaian di warung-warung yang berfungsi sebagai pos pemantauan. Kelompok pemuda dan orang tua di sana akan mengawasi dengan tatapan tajam setiap pergerakan orang baru yang masuk ke wilayah mereka.
“Informasi yang kami berikan ke polisi seringkali bocor. Alih-alih ditindak, para pemain sabu justru mendatangi kami dan menunjukkan bukti pesan yang kami kirim ke aparat,” ungkap sumber lain berinisial E dengan nada kecewa.
Kondisi ini memicu keresahan mendalam bagi warga yang mengkhawatirkan masa depan generasi muda di sana. Menanggapi adanya dugaan “permainan” atau kebocoran informasi dari oknum aparat, Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menyatakan akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.
“Kami akan teruskan informasi ini ke Direktur Reserse Narkoba untuk mengecek kebenarannya,” tegas Erlan, (13/4/2026).
Hingga saat ini, pengejaran terhadap Alung terus dilakukan. Warga berharap peristiwa kaburnya Alung menjadi momentum bagi kepolisian untuk memberantas jaringan narkoba di Penyengat Rendah secara tuntas dan tanpa pandang bulu. (Amel)

