SuaraParlemen.id, Muara Sabak – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang tersebar di dua lokasi di Provinsi Jambi menunjukkan perkembangan positif. Hingga memasuki minggu ke-17 masa pengerjaan, progres fisik bangunan tercatat telah mencapai 16 persen, melampaui target yang ditetapkan dengan deviasi surplus sebesar dua persen.
Manajer Proyek, Jaka, mengungkapkan bahwa capaian riil di lapangan sebenarnya jauh lebih tinggi jika menghitung sejumlah pekerjaan tambahan.
“Untuk progres saat ini kita di angka 16 persen dengan deviasi plus dua persen. Namun, jika pekerjaan adendum dan tambah kurang sekitar enam persen ikut dihitung, progres riil kita sebenarnya sudah berada di kisaran 23 hingga 25 persen,” jelas Jaka saat dikonfirmasi di lokasi proyek, (6/4/2026).
Meskipun menunjukkan tren positif, pelaksanaan proyek ini tidak luput dari kendala, terutama faktor cuaca. Jaka menjelaskan bahwa tahap awal yang didominasi pekerjaan pondasi sangat bergantung pada kondisi lapangan yang kering.
Untuk mengejar target penyelesaian bangunan prioritas pada akhir Juli mendatang, pihak kontraktor terus melakukan langkah-langkah percepatan. Salah satunya adalah dengan menambah jumlah tenaga kerja secara masif.
“Dalam dua minggu ke depan, kami menargetkan jumlah pekerja mencapai 500 orang. Jam kerja juga ditambah menjadi dua shift hingga pukul 22.00 WIB. Bahkan untuk pekerjaan interior yang tidak terpengaruh cuaca, kami berlakukan hingga tiga shift,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah fasilitas utama seperti gedung sekolah (SD, SMP, SMA), asrama, dapur umum, hingga akses jalan mulai menunjukkan bentuk fisik. Beberapa bangunan utama bahkan telah memasuki tahap pemasangan rangka atap dan dinding.
Selain fasilitas pendidikan, proyek ini juga mencakup pembangunan area parkir, rumah ibadah, serta lapangan upacara guna mendukung kegiatan siswa nantinya.
Pembangunan Sekolah Rakyat ini dilaksanakan di dua titik lokasi, yakni:
- Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).
- Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Proyek strategis ini didanai oleh pemerintah dengan nilai kontrak mencapai Rp 446,496 miliar. Pekerjaan ini dipercayakan kepada PT Sasmito dengan masa pengerjaan selama 240 hari kalender sejak penandatanganan kontrak pada 4 Desember 2025. (Amel)

