SuaraParlemen.id, Yogyakarta – Dalam upaya mencetak tenaga laboratorium medis yang kompeten, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar workshop intensif bertajuk Item Development dan Item Review Kompetensi Imunoserologi.

Bekerja sama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Tenaga Tinggi Laboratorium Medis Indonesia (AIPTLMI) Regional IV, kegiatan ini berlangsung di Gedung Siti Moendjijah, Unisa Yogyakarta, (8/5/2026).

Wakil Dekan I Bidang Akademik FIKES Unisa Yogyakarta, Anjarwati, menekankan bahwa kualitas lulusan harus dipersiapkan sejak dini melalui instrumen evaluasi yang akurat.

“Mutu lulusan tidak bisa hanya dilihat saat uji kompetensi saja, tetapi harus dipersiapkan melalui penyiapan soal-soal yang berkualitas sejak di bangku kuliah,” ujar Anjarwati dalam sambutannya. Ia berharap soal yang disusun dapat merepresentasikan standar dunia kerja dan kebutuhan masyarakat.

Ketua AIPTLMI Regional IV DIY–Jateng, Herlisa Anggraini, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan rangkaian dari penguatan tujuh bidang kompetensi TLM. Setelah fokus pada imunoserologi di Yogyakarta, workshop serupa akan berlanjut ke beberapa daerah lain.

“Ini adalah kegiatan keempat. Selanjutnya kami akan menyelenggarakan workshop bidang patologi di Solo, serta toksikologi dan sitologi di Kudus,” jelas Herlisa.

Tujuan utama dari workshop ini adalah meningkatkan kemampuan para dosen dalam menyusun soal Uji Kompetensi Nasional yang memenuhi standar. Dengan kompetensi penyusunan soal yang merata di Regional IV, diharapkan seluruh institusi pendidikan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan kesehatan di Indonesia.

Workshop ini dihadiri oleh puluhan dosen dan akademisi TLM dari berbagai perguruan tinggi di wilayah DIY dan Jawa Tengah, yang antusias dalam menyelaraskan kurikulum dengan standar evaluasi nasional. (Amel)

Baca juga :  Wajah Pendidikan Aceh Besar Lesu, Plt Kadisdikbud: Pengawas Adalah Garda Terdepan Perubahan