SuaraParlemen.id, Bantul – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul bergerak cepat menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan segera tiba. Sebagai langkah konkret mencegah kekeringan, ribuan unit pompa air telah disiagakan untuk menjaga produktivitas lahan pertanian di wilayah tersebut.

Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar empat hingga lima ribu unit pompa air existing yang sudah terinstalasi di seluruh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Bantul.

“Pompa-pompa ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan air dari sumber-sumber yang ada langsung ke lahan pertanian,” ujar Joko di Bantul, (28/3).

Selain mengandalkan unit yang sudah ada, para petani di Bantul juga akan mendapat tambahan kekuatan berupa bantuan sekitar 160 unit pompa air baru pada tahun 2026. Bantuan ini akan didistribusikan secara merata sesuai dengan skala kebutuhan di masing-masing titik lahan.

Strategi pengairan akan difokuskan pada pengangkatan air dari enam sungai utama yang melintasi Bantul, di antaranya Sungai Winongo, Sungai Bedog, dan Sungai Opak. Untuk wilayah yang jauh dari aliran sungai, DKPP mengandalkan sumur bor dan sumur air dalam yang telah tersedia di beberapa titik strategis.

“Mudah-mudahan selama aliran sungai masih tersedia, lahan pertanian kita tetap aman,” tambah Joko.

Guna memastikan langkah antisipasi ini akurat, DKPP terus menjalin komunikasi intensif dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca terkini. Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu meminimalisir risiko gagal panen bagi para petani meskipun menghadapi musim kemarau yang panjang. (Amel)!

Baca juga :  Lewat Program Ngabuburit, PAM Jaya Ajak Warga Petamburan Dukung Pipanisasi Air Bersih