SuaraParlemen.id, Jambi – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi fenomena “El Nino Godzilla” yang diprediksi melanda tahun ini. Fenomena ini diperkirakan akan memicu penurunan curah hujan secara drastis di wilayah Provinsi Jambi hingga di bawah kondisi normal.

Prakirawan BMKG Jambi, Jaya Martua Sinaga, menjelaskan bahwa pada musim kemarau normal, curah hujan di Jambi biasanya mencapai 100 milimeter per bulan. Namun, dampak El Nino Godzilla ini akan membuat intensitas hujan tersebut tidak tercapai dalam periode satu hingga tiga bulan ke depan.

“Kondisi ini menunjukkan sifat hujan berada di bawah normal, sehingga periode tanpa hujan atau hari kering akan berlangsung jauh lebih panjang,” ujar Jaya kepada RRI, (2/4/2026).

Kurangnya curah hujan ini berdampak langsung pada meningkatnya risiko kekeringan ekstrem, terutama pada wilayah hutan dan lahan gambut yang luas di Jambi. Kondisi lahan yang mengering tersebut dinilai sangat rentan memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

BMKG memprediksi titik rawan kebakaran akan mencapai puncaknya pada periode Juni hingga Juli mendatang. Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Langkah pencegahan sangat penting guna meminimalisir dampak Karhutla yang dapat merugikan lingkungan serta kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (Amel)

Baca juga :  Korupsi Dana BOK Rp650 Juta, Kepala Puskesmas Kebun IX Muaro Jambi Segera Disidangkan