SuaraParlemen.id, Kuala Tungkal — Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) bergerak cepat memfasilitasi arus mudik Lebaran 2026. Guna menjamin kelancaran transportasi laut, tujuh armada kapal cepat (speed boat) dikerahkan untuk melayani pemudik dari wilayah Kepulauan Riau menuju Pelabuhan Kuala Tungkal.
Langkah strategis ini merupakan hasil sinergi antara Dinas Perhubungan Tanjab Barat, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta perusahaan transportasi di wilayah Riau dan Kepri.
“Ini adalah bentuk sinergisitas antarwilayah dan instansi vertikal. Kami dari pemerintah daerah mengajukan permohonan ke KSOP untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,” ujar Plt. Kadis Perhubungan Tanjab Barat, Agus Sumantri, di Kuala Tungkal, Minggu (15/3/2026).
Pangkas Waktu Tempuh
Agus menjelaskan, kehadiran kapal cepat ini menjadi solusi efektif bagi warga Jambi yang merantau di Batam dan sekitarnya. Dengan armada ini, waktu tempuh jalur laut dapat dipangkas secara signifikan.
“Kami siagakan enam armada di Batam yang siap beroperasi sewaktu-waktu. Waktu tempuhnya sangat efisien, hanya sekitar tujuh jam perjalanan,” terangnya, (16/3/2026).
Saat ini, satu kapal bantuan berkapasitas 258 penumpang telah resmi beroperasi. Sementara itu, enam armada tambahan lainnya tetap dalam posisi siap siaga (standby) di Batam untuk dikerahkan jika terjadi penumpukan penumpang.
Prediksi Lonjakan Penumpang
Berdasarkan data posko pelayanan, arus mudik tahun ini diprediksi lebih padat dibanding tahun lalu. Hingga H-5 Lebaran (13-15 Maret), tercatat sudah 1.000 pemudik mendarat di Kuala Tungkal dari arah Batam.
“Tahun lalu total ada 5.000 pemudik. Tahun ini potensinya bisa lebih besar karena durasi libur Lebaran yang cukup panjang,” tambah Agus.
Selain mengandalkan kapal cepat, otoritas setempat juga tetap mengoperasikan dua kapal reguler (Roro) untuk melayani angkutan penumpang sekaligus kendaraan.
Data Aktivitas Pelabuhan
Berdasarkan laporan Pos Pelayanan Terpadu di empat pelabuhan sungai (LLASDP) per Sabtu (14/3), aktivitas penyeberangan mulai menunjukkan grafik kenaikan:
- Kapal Datang: 29 unit (374 penumpang).
- Kapal Berangkat: 30 unit (310 penumpang).
Pemerintah memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua hari ke depan. Petugas gabungan pun telah disiagakan di titik-titik krusial untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan pulang kampung. (Amel)

