SuaraParlemen.id, Jakarta – Tokoh agama sekaligus ahli tafsir kenamaan, Prof. Quraish Shihab, memberikan pesan mendalam mengenai hakikat kekuasaan saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan 1447 H di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Abi Quraish ini memanjatkan doa khusus untuk Presiden Prabowo Subianto.

Mengawali hikmahnya, Quraish Shihab mengutip doa gurunya, Syeikh Mutawalli Asy-Syarawi, yang pernah disampaikan kepada Presiden Mesir. Ia menekankan bahwa segala bentuk kekuasaan di dunia ini sepenuhnya bersumber dari Allah SWT.

“Kekuasaan bersumber dari Tuhan. Tidak ada satu pun makhluk yang diberi kekuasaan kecuali atas kehendak-Nya, baik penguasa itu jujur mengikuti tuntunan maupun sebaliknya,” ujar Quraish di hadapan tamu undangan.

Doa untuk Kesejahteraan Rakyat

Dalam suasana khidmat, Quraish mendoakan agar kepemimpinan Presiden Prabowo menjadi takdir yang membawa keberkahan bagi rakyat Indonesia. Ia menyatakan kesiapannya untuk membantu jika kepemimpinan tersebut ditujukan demi kemaslahatan publik.

“Saya berdoa, kalau Yang Mulia adalah takdir kami untuk menyejahterakan rakyat, maka kami berdoa semoga kami dapat membantu Bapak. Jika jabatan ini adalah takdir untuk menegakkan keadilan dan perdamaian, semoga Yang Mulia dibantu Tuhan dan kami akan ikut membantu,” tuturnya yang disambut anggukan khalayak.

Pesan Kedamaian dan Momen Kedekatan

Menutup ceramahnya, Quraish mengajak seluruh tamu yang hadir untuk melafalkan doa kedamaian yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Doa tersebut berisi permohonan agar bangsa Indonesia senantiasa dihidupkan dalam kedamaian oleh Allah SWT, Sang Pemilik Kedamaian.

Momen menarik terjadi usai acara. Presiden Prabowo Subianto tampak dengan sigap membantu Quraish Shihab saat menuruni tangga podium. Sambil menggandeng tangan kanan sang mufassir yang menggunakan tongkat, keduanya terlihat berbincang akrab. Presiden Prabowo tampak menyimak dengan saksama pesan-pesan singkat yang dibisikkan Quraish Shihab sebelum keduanya kembali ke tempat duduk. (Amel)

Baca juga :  Bobol Sistem Bank Jambi: 6.000 Nasabah Jadi Korban, Kerugian Capai Rp143 Miliar