SuaraParlemen.id, Teheran – Pemerintah Iran melalui sumber diplomatiknya memberikan peringatan keras akan kemungkinan serangan terhadap pusat data di negara-negara Arab yang digunakan oleh militer Amerika Serikat. Langkah ini diambil karena infrastruktur tersebut dianggap mendukung operasi intelijen dan militer AS terhadap Iran.
“Amerika Serikat menggunakan pusat data di negara-negara Arab untuk mendukung operasi intelijen dan militer terhadap Iran. Ada kemungkinan Iran menyerang pusat-pusat data itu dalam beberapa hari mendatang,” ungkap sumber diplomatik Iran kepada RIA Novosti pada Kamis (12/3).
Selain pusat data, diplomat tersebut menambahkan bahwa Washington juga memanfaatkan infrastruktur serat optik di negara-negara Arab dalam operasinya melawan Teheran. Ancaman serangan ini muncul sebagai konsekuensi dari pembiaran yang dilakukan pemerintah negara-negara Arab atas dugaan penyalahgunaan infrastruktur mereka oleh militer AS.
Ketegangan ini merupakan kelanjutan dari eskalasi konflik yang terjadi pada akhir Februari lalu. Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran yang menyebabkan kerusakan infrastruktur serta jatuhnya korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang fasilitas militer AS di Timur Tengah dan wilayah Israel.
Meski awalnya AS dan Israel menyatakan serangan tersebut bertujuan untuk menangani ancaman program nuklir, belakangan mereka memperjelas bahwa operasi tersebut juga didorong oleh keinginan untuk melihat adanya perubahan kekuasaan di Iran. (Amel)

