SuaraParlemen.id, Surabaya – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, memastikan bahwa anggaran pendidikan tahun 2026 akan mengalami kenaikan. Ia menegaskan bahwa dana tersebut tidak akan dikurangi atau dipangkas untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.

“Tidak ada pengurangan dana dari pemerintah untuk peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (21/2/2026).

Penambahan Anggaran Melalui ABT

Mu’ti menjelaskan bahwa alokasi anggaran pendidikan justru akan bertambah karena adanya dukungan langsung dari Presiden. Untuk mengakomodasi hal tersebut, Kemendikdasmen telah mengajukan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) guna mendanai kebutuhan yang bersifat mendesak.

“Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG, karena akan ditambah Presiden. Makanya Kemendikdasmen mengajukan ABT,” jelasnya.

Fokus Revitalisasi Satuan Pendidikan

Pada tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan lebih dari Rp14 triliun dalam APBN untuk program revitalisasi satuan pendidikan yang mencakup lebih dari 11.000 sekolah. Angka ini diproyeksikan terus meningkat seiring dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami mengusulkan revitalisasi untuk total 71.000 sekian satuan pendidikan tahun ini, termasuk tambahan anggaran revitalisasi untuk 60.000 sekolah yang pernah disampaikan Presiden,” tambah Mu’ti. Saat ini, progres pembangunan fisik satuan pendidikan yang telah mencapai penyelesaian 100 persen sudah menyentuh angka 93 persen.

Transformasi Digital Pendidikan

Selain infrastruktur fisik, Kemendikdasmen juga memprioritaskan Program Digitalisasi melalui distribusi Interactive Flat Panel (IFP) atau Panel Interaktif Digital (PID). Teknologi ini dirancang untuk mendukung pembelajaran kolaboratif yang terintegrasi dengan sumber belajar digital.

“Pada tahun 2026, kami menargetkan pendistribusian IFP untuk lebih dari 325.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” pungkas Sekretaris Umum PP Muhammadiyah tersebut. (Amel)

Baca juga :  Pemkab Siak Alokasikan Rp35 Miliar untuk Beasiswa 2026, Sekda Bantah Isu Penghapusan