SuaraParlemen.id, Jambi – Isu kelangkaan minyak goreng subsidi merek Minyakita di wilayah Kota Jambi dipastikan tidak benar. Perum Bulog Wilayah Jambi menjamin ketersediaan stok dalam kondisi aman, bahkan harga jual di tingkat distributor saat ini masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kepala Perum Bulog Wilayah Jambi, Ali Ahmad Najih Amsari, menyatakan bahwa ketersediaan Minyakita di seluruh Provinsi Jambi saat ini mencukupi kebutuhan masyarakat. Tercatat, stok yang tersedia mencapai hampir satu juta liter dan terus diperkuat dengan penambahan pasokan secara rutin setiap pekan.
“Setiap hari, distribusi Minyakita mencapai 40 ribu liter dengan harga jual Rp15.500 per liter. Harga ini berada di bawah HET yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan isu kelangkaan,” ungkap Ali Ahmad (20/2).
Guna menjaga stabilitas pasokan, Bulog melakukan penambahan stok sekitar 100 ribu liter setiap minggunya. Distribusi dilakukan secara merata ke berbagai kabupaten, mulai dari Kota Jambi hingga ke Merangin, Tanjung Jabung, Bungo, dan Kerinci, untuk memastikan tidak ada wilayah yang mengalami kekosongan pasokan.
Selain jaminan stok reguler, pemerintah juga telah menyiapkan program bantuan pangan yang akan digulirkan pada Februari dan Maret mendatang. Melalui program ini, setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan empat liter Minyakita sebagai upaya menjaga stabilitas harga di pasar.
Tidak hanya Minyakita, Bulog juga memastikan stok komoditas pangan lainnya aman menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri. Saat ini, penyerapan gabah petani terus dilakukan untuk memperkuat cadangan beras, dengan total hampir 500 ton yang telah diserap dari wilayah Tanjung Jabung Barat, Kerinci, dan Sungai Penuh. Dengan cadangan tersebut, stok pangan di Provinsi Jambi dipastikan aman hingga enam bulan ke depan. (Amel)

