SuaraParlemen.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek), Brian Yuliarto, untuk mempercepat pemanfaatan teknologi pengolahan sampah skala mikro. Teknologi yang dikembangkan oleh berbagai kampus di Indonesia ini diharapkan menjadi solusi konkret penanganan sampah langsung dari sumbernya.

Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas mengenai program waste-to-energy di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Brian memaparkan bahwa inovasi buatan kampus akan menjadi pilar penting dalam mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).

“Bapak Presiden meminta dilakukan percepatan terhadap teknologi pengolahan sampah skala mikro yang sudah dikembangkan di beberapa kampus. Ini akan berjalan beriringan dengan program waste-to-energy berskala besar,” ujar Brian Yuliarto usai rapat, Kamis (12/2).

Uji Coba di Tingkat Kelurahan

Sebagai langkah cepat, Kementerian Dikti Saintek menargetkan uji coba teknologi ini dapat dilakukan di sejumlah kelurahan dan desa mulai tahun ini. Brian menjelaskan bahwa teknologi tersebut dirancang untuk mengolah sampah hingga 10 ton per hari, sesuai dengan rata-rata volume sampah di tingkat kelurahan.

Beberapa metode mutakhir yang sedang dikaji meliputi gasifikasi, plasma-assisted, hingga penggunaan reaktor plasma dingin.

“Kami akan kaji mana yang paling efektif. Tujuannya agar sampah tidak perlu dibuang jauh-jauh, semuanya bisa habis ditangani di tingkat kelurahan sehingga mobilisasi sampah ke TPA berkurang signifikan,” tambahnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Dalam implementasinya, Brian memastikan akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menjamin teknologi tersebut ramah lingkungan. Selain itu, kolaborasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan pemerintah daerah juga diperkuat untuk pengembangan secara massal.

“Kami akan segera rapat dengan Kementerian LH dan Danantara agar standar teknologinya terjaga. Uji coba di beberapa kota akan segera dilakukan untuk mempercepat penanganan sampah nasional,” pungkasnya. (Amel)

Baca juga :  Danantara Bangun 80 Unit Huntap di Tanah Datar, Targetkan Pemulihan Ekonomi Sumbar