SuaraParlemen.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pihaknya telah berkoordinasi erat dengan kepolisian untuk memperketat pengamanan di kawasan Pasar Tanah Abang. Langkah ini diambil menyusul keresahan warga terkait menjamurnya juru parkir (jukir) liar yang mematok tarif hingga Rp100 ribu per kendaraan selama bulan suci Ramadan.

Pramono menyatakan bahwa tindakan tegas telah diambil terhadap para oknum yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk meraup keuntungan tidak wajar. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum untuk menertibkan kawasan tersebut agar pengunjung tidak menjadi korban pemerasan.

“Saya mengikuti apa yang terjadi di Tanah Abang. Sudah dikoordinasikan dengan Kepolisian dan sudah diambil tindakan. Pemprov DKI memberikan support sepenuhnya untuk diambil tindakan tegas,” ujar Pramono kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Upaya pembersihan ini langsung membuahkan hasil. Pada Senin (16/2), aparat kepolisian berhasil mengamankan delapan orang jukir liar di kawasan tersebut. Penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat dan video viral yang menunjukkan aksi salah satu jukir meminta uang parkir sebesar Rp100 ribu kepada pemilik kendaraan.

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, mengonfirmasi bahwa timnya langsung bergerak ke lapangan setelah mengantongi bukti awal. “Kami telah mengambil tindakan terkait video viral jukir meminta uang parkir Rp100 ribu. Dari delapan orang yang diamankan, satu di antaranya adalah sosok yang ada dalam video viral tersebut,” jelas Dhimas.

Penertiban ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga yang hendak berbelanja keperluan Lebaran di Pasar Tanah Abang. Pemprov DKI juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika kembali menemukan praktik parkir liar dengan tarif tidak masuk akal di wilayah ibu kota. (Amel)

Baca juga :  Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog dan BRIN Gandeng Teknologi Modern Kelola Stok Beras