SuaraParlemen.id, Jakarta – Pemerintah secara resmi menambah jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan pangan menjadi 33,2 juta orang untuk periode Februari dan Maret 2026. Kebijakan yang bertujuan memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat desil I hingga IV ini didukung dengan alokasi anggaran sebesar Rp 11,92 triliun yang disalurkan melalui Perum Bulog.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa setiap penerima manfaat akan mendapatkan bantuan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Khusus untuk alokasi dua bulan ini, penyaluran akan dilakukan sekaligus atau dirapel.

“Penyaluran periode dua bulan tersebut dilakukan secara sekaligus, sehingga setiap KPM menerima total 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng,” ujar Rizal dalam keterangannya di festival Panen 2026, Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/2/2026).

Lonjakan Penerima dan Stok Pangan

Peningkatan jumlah penerima ini sangat signifikan, yakni mencapai 81,9 persen dibandingkan program sebelumnya yang hanya menyasar 18,2 juta KPM. Untuk memenuhi target 33,2 juta orang tersebut, Bulog menyiapkan stok cadangan beras sebanyak 664,8 ribu ton dan minyak goreng sebesar 132,9 ribu kiloliter.

Rizal menambahkan bahwa kriteria penerima saat ini telah diselaraskan dengan basis data program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Jadwal Penyaluran di Bulan Ramadan

Terkait teknis di lapangan, distribusi bantuan pangan ini dijadwalkan mulai berjalan pada pertengahan Maret 2026, bertepatan dengan momen Ramadan. Saat ini, pihak Bulog tengah menyiapkan pengadaan kemasan baru untuk mendukung penyaluran serentak tersebut.

“Estimasi kami penyaluran bulan Maret, tepatnya pertengahan Ramadan. Ini dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat selama bulan suci,” pungkas Rizal.

Baca juga :  Prioritas Pemulihan Bencana, Pemerintah Pusat Kucurkan Dana TKD Triliunan Rupiah ke Tiga Provinsi di Sumatra

Keputusan perluasan bantuan ini merupakan tindak lanjut dari High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada akhir Januari lalu. Dengan anggaran yang telah siap, pemerintah memastikan seluruh kebutuhan pangan bagi jutaan keluarga tersebut dapat terpenuhi sesuai jadwal yang telah ditentukan. (Amel)