SuaraParlemen.id, Temanggung – Bupati Temanggung, Agus Setyawan, meminta para pemilik pabrik dan usaha besar di wilayahnya untuk tidak ragu mengalokasikan anggaran bagi sistem proteksi kebakaran. Hal tersebut ditekankan Bupati dalam Seminar Sistem Penanggulangan Kebakaran yang digelar di Pendopo Pengayoman, Temanggung, Rabu (4/2/2026).
Menurut Agus, pengadaan alat proteksi kebakaran jangan hanya dilihat sebagai beban biaya (cost), melainkan sebagai asuransi nyawa yang menjamin keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang. Ia menilai, mengandalkan instansi pemadam kebakaran saja tidak cukup untuk mengatasi risiko kebakaran secara maksimal.
“Walaupun personel Damkar dari Satpol PP dan Damkar Temanggung selalu siap di garda terdepan, kita harus mengakui adanya keterbatasan sarana prasarana,” ujar Agus. Ia menambahkan bahwa peran Damkar selama ini sangat luas, mulai dari memadamkan api hingga urusan kemanusiaan lainnya seperti evakuasi sarang tawon atau Operasi Tangkap Tawon (OTT).
Pentingnya sistem proteksi ini turut diamini oleh Viktor, pemilik pabrik kayu lapis Pundi Alam Perkasa, Kranggan. Viktor berbagi pengalaman pahit saat pabriknya ludes terbakar dua kali, yakni pada tahun 2021 dan 2022 akibat overheat.
“Kebakaran itu menjadi momok karena kita tidak pernah tahu kapan kejadiannya; tidak ada di kalender,” ungkap Viktor. Ia menjelaskan bahwa dampak kebakaran jauh lebih besar daripada sekadar kerugian materiil, karena mempertaruhkan nasib ratusan karyawan serta hilangnya kepercayaan pelanggan akibat gagal memenuhi pesanan.
Sebagai penutup, Viktor mengajak rekan-rekan sesama pengusaha di Temanggung untuk segera mengubah pola pikir dan mulai memprioritaskan pengadaan alat keamanan di lingkungan kerja mereka. (Amel)

