SuaraParlemen.id, Jambi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi memasang target ambisius untuk membebaskan seluruh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari buta aksara Al-Quran. Hal ini dilakukan melalui perluasan Program Gerakan Ayo Mengaji yang kini tengah digencarkan di berbagai sekolah di Kota Jambi.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun generasi muda yang berakhlak dan berlandaskan nilai-nilai keimanan. Menurutnya, kemampuan membaca Al-Quran adalah fondasi penting bagi pelajar di Kota Jambi.

“Kami ingin memastikan ke depan tidak ada lagi siswa SMP negeri yang belum mampu membaca Al-Quran,” ujar Maulana saat memberikan keterangan di Jambi, Kamis (12/3/2026).

Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 12 dari total 26 SMP di Kota Jambi. Namun, tantangan besar masih membentang. Berdasarkan evaluasi Pemkot, sekitar 48,4 persen siswa yang mengikuti program tersebut ditemukan masih berada pada tahap dasar, yakni Iqro 1 dan Iqro 2.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemkot Jambi tengah menyiapkan langkah strategis dengan mengkaji penerapan Gerakan Ayo Mengaji sebagai mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok). Program ini nantinya akan diintegrasikan dengan nilai-nilai adat dan budaya daerah Jambi.

“Kami mengimbau seluruh kepala sekolah untuk meningkatkan dukungan fasilitas pembelajaran, khususnya bagi guru tahfidz dan guru agama. Kolaborasi dengan relawan juga akan terus diperkuat,” tambah Maulana.

Senada dengan itu, Ketua Gerakan Ayo Mengaji (Gerami) Kota Jambi, Masturo, memberikan apresiasi atas dukungan penuh dari Pemkot. Ia menilai kolaborasi ini sangat krusial untuk mewujudkan visi Kota Jambi yang religius dan berbudaya melalui pemberantasan buta aksara Al-Quran sejak dini. (Amel)

Baca juga :  Prestasi Gemilang di Harganas! Kota Jambi Panen Penghargaan, Wali Kota Maulana Raih Gelar Kehormatan