SuaraParlemen.id, Jambi – Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah strategis dalam menguatkan ketahanan pangan sejak dini dengan melibatkan 500 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak dalam kegiatan edukasi tanam jagung. Acara ini berlangsung meriah di kawasan Kelompok Tani Kasturi, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kotabaru, Rabu (11/2/2026).

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, turun langsung mendampingi anak-anak yang tampak antusias menyentuh tanah dan memegang bibit jagung. Kegiatan ini mengusung tema “Melalui Program Ketahanan Pangan Usia Dini Bahagia Menuju Swasembada Pangan”.

Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pertanian di masa depan tidak lagi terbatas pada lahan luas di pedesaan, melainkan bisa dioptimalkan di perkotaan melalui konsep urban farming.

“Di mana pun kita berada, kita butuh pangan. Di perkotaan ada urban farming yang memanfaatkan lahan tidur dan pekarangan, seperti di kawasan Kasturi ini. Banyak anak-anak yang makan jagung tapi tidak tahu proses menanamnya. Di sini mereka belajar mencintai pertanian sejak dini,” ujar Maulana.

Pilot Project Agroedukasi

Kawasan Kelompok Tani Kasturi kini diproyeksikan sebagai pusat agroedukasi dan agrowisata di tengah kota. Menariknya, anggota kelompok tani ini bukanlah petani profesional, melainkan gabungan dari ASN, pengusaha, hingga pensiunan yang berhasil menyulap lahan bekas tempat pembuangan sampah menjadi area produktif.

Maulana menambahkan, ke depan program ini akan diperluas ke tingkat sekolah menengah. Setelah lebaran, Pemerintah Kota Jambi berencana membagikan bibit kepada siswa SMP untuk dijadikan proyek percontohan penanaman di lingkungan sekolah.

“Ini adalah bagian dari pendidikan karakter. Kita ingin semua memahami bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Baca juga :  Ratusan ASN Kota Jambi Pensiun Massal, Wali Kota Maulana Siapkan Jurus Ini

Optimalkan Lahan Tidur

Ketua Kelompok Tani Kasturi menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pemkot Jambi, TNI, dan Polri dalam menyediakan alat berat, bibit, serta pupuk. Rencananya, kelompok ini akan mengembangkan sistem tumpang sari, yakni menanam padi di antara tanaman jagung yang sudah berusia satu bulan.

Melalui gerakan ini, Pemkot Jambi berharap kesadaran kolektif akan pentingnya swasembada pangan terus tumbuh. Dengan memadukan agroedukasi dan urban farming, Kota Jambi berupaya membangun karakter generasi masa depan yang mandiri serta tangguh dalam menjaga kedaulatan pangan lokal. (Amel)