SuaraParlemen.id, Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi bunuh diri seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Insiden tragis tersebut diduga dipicu oleh ketidakmampuan keluarga korban membeli perlengkapan sekolah berupa buku dan pulpen.

Gus Ipul menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi tamparan keras sekaligus atensi khusus bagi Kementerian Sosial (Kemensos) dan pemerintah daerah setempat.

“Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama, bersama pemerintah daerah,” ujar Gus Ipul saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Perkuat Pendampingan dan Akurasi Data

Sebagai langkah konkret agar peristiwa serupa tidak terulang, Gus Ipul menekankan pentingnya penguatan pendampingan sosial di tengah masyarakat. Ia menyoroti masalah pendataan warga miskin yang harus lebih inklusif dan akurat.

“Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita. Kita harapkan tidak ada lagi warga yang tidak terdata,” tegasnya.

Menurut Mensos, data yang valid adalah kunci utama agar negara hadir bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan. Dengan data yang baik, jangkauan perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan keluarga rentan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

“Bagaimana data ini kita sajikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan. Ini sungguh-sungguh menjadi perhatian bersama,” tutup Gus Ipul. (Amel)

Baca juga :  Presiden Anulir Kebijakan Eceran Elpiji, Aleg PKS Ingatkan Pengawasan Intensif atas Harga & Distribusi