SuaraParlemen.id, Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi resmi membentuk pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dengan melibatkan berbagai perusahaan swasta. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya pencegahan dan penanganan bencana secara terpadu di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menjelaskan bahwa pembentukan forum ini bertujuan menyatukan persepsi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui wadah ini, para pengusaha didorong untuk aktif melakukan pemetaan atau mitigasi risiko bencana di area operasional mereka.

“Forum ini dibentuk dalam rangka menyatukan persepsi. Kami ingin menggerakkan seluruh pengusaha di Jambi agar bersama-sama melakukan upaya mitigasi,” ujar Bachyuni di Jambi, Rabu (11/02/2026).

Anggota yang tergabung dalam FPRB mencakup perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari perkebunan dan kehutanan hingga industri lainnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat interaksi dalam menghadapi ancaman bencana tahunan seperti kebakaran hutan, banjir, dan tanah longsor.

Bachyuni menekankan bahwa BPBD berperan sebagai pendamping, sementara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan sepenuhnya menjadi wewenang forum melalui koordinasi yang terarah. “Kesadaran perusahaan sudah bagus, kami hanya menyediakan wadah agar jelas siapa berbuat apa, termasuk pengaturan sumber anggarannya,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua FPRB Jambi, Kurniawan, menyatakan bahwa forum ini mengusung konsep pentahelix dengan melibatkan praktisi, pengusaha, pemerintah, dan media. Tujuannya adalah membangun tanggung jawab moral yang diwujudkan dalam program kerja nyata, baik untuk pencegahan maupun penanganan saat bencana terjadi.

“Kami berharap seluruh wilayah di Jambi berperan aktif. Penanggulangan bencana tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah saja,” pungkas Kurniawan. (Amel)

Baca juga :  HKTI Jambi Usul WFH Satu Hari Seminggu demi Hemat Subsidi BBM dan Perkuat Petani