SuaraParlemen.id, Aceh – Puncak perayaan Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berlangsung di Putroe Phang, Banda Aceh, menunjukkan perubahan paradigma yang signifikan. Partai yang selama ini identik dengan basis massa perkotaan dan kalangan terdidik, kini tampil dengan wajah yang lebih merakyat dan menyentuh akar rumput.

Dalam momen Milad tahun ini, PKS mengusung tema “Ketahanan Pangan, Ekonomi, dan Energi” sebagai bentuk keberpihakan terhadap isu strategis nasional. Data terbaru menunjukkan pergeseran komposisi kader yang mengejutkan, di mana hampir 70 persen kader PKS kini berasal dari masyarakat marginal.

Ketua penyelenggara atau perwakilan PKS menjelaskan bahwa urat nadi kehidupan masyarakat saat ini sangat dekat dengan perjuangan partai. Hal ini terlihat dari fokus PKS yang kini lebih banyak menyuarakan kepentingan petani, nelayan, buruh, hingga pelaku UMKM, (15/05/2026).

Tak hanya sekadar wacana, para kader PKS dilaporkan terlibat langsung dalam penguatan ekonomi rakyat melalui pendampingan UMKM. Selain itu, aksi nyata juga dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang terbatas untuk program ketahanan pangan keluarga.

Melalui paradigma baru ini, PKS berharap dapat terus bertransformasi menjadi partai yang semakin besar dan dicintai oleh seluruh lapisan rakyat, baik di Aceh maupun di Indonesia secara keseluruhan. (Kjp)

Baca juga :  Footballindo Academy Cetak Sejarah, Tiga Siswa Terpilih Ikut Seleksi Timnas U17 Putra Indonesia