SuaraParlemen.id, Jambi – Wali Kota Jambi, Maulana, merespons derasnya keluhan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur jalan di sejumlah titik strategis. Menjawab persoalan tersebut, Maulana menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi tengah melakukan percepatan perbaikan secara simultan yang melibatkan koordinasi lintas sektor antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat.

Maulana mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 saja, Pemkot Jambi telah memperbaiki lebih dari 400 ruas jalan berstatus jalan kota. Perbaikan ini meliputi penambalan lubang, pengaspalan ulang (overlay), hingga peningkatan kualitas konstruksi di kawasan padat aktivitas.

Meski demikian, ia mengklarifikasi adanya kesalahpahaman di masyarakat terkait kewenangan jalan. Menurutnya, banyak ruas jalan yang dikeluhkan warga sebenarnya berstatus jalan provinsi atau jalan nasional, bukan di bawah wewenang pemerintah kota.

“Untuk jalan kota, tahun 2025 sudah lebih dari 400 ruas yang kita perbaiki. Tapi memang keluhan terbanyak justru ada di ruas jalan provinsi dan nasional,” ujar Maulana dalam keterangan resminya, Rabu (18/2).

Sinergi Lintas Kewenangan

Untuk mengatasi kendala tersebut, Maulana memastikan bahwa tahun ini perbaikan jalan berstatus provinsi dan nasional di wilayah Kota Jambi akan segera direalisasikan. Pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jambi dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Maulana menyebutkan, ada sekitar 100 ruas jalan berstatus provinsi di wilayah kota yang telah dikoordinasikan langsung dengan Gubernur Jambi agar segera dikerjakan. “Insya Allah tahun ini jalan status provinsi akan diselesaikan, dan BPJN juga akan mengerjakan jalan nasional. Pengerjaannya dilakukan secara simultan agar dampaknya cepat dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Program Kampung Bahagia

Tak hanya menyasar jalur utama, perbaikan infrastruktur juga menjangkau area pemukiman melalui program Kampung Bahagia. Program berbasis gotong royong ini fokus pada perbaikan jalan lingkungan skala RT yang menjadi akses vital warga sehari-hari.

Baca juga :  Posyandu 6-in-1: Kota Jambi Terapkan Standar Layanan Baru, Ini Penjelasan dr. Nadiyah

Maulana mengakui tantangan besar dalam percepatan ini adalah tingginya tingkat kerusakan di beberapa titik yang sudah 5 hingga 10 tahun belum tersentuh perbaikan menyeluruh. Ia berharap sinergi ini, didukung oleh anggota DPRD Provinsi Jambi daerah pemilihan Kota Jambi, dapat mengoptimalkan konektivitas antarwilayah.

“Mudah-mudahan dengan pengerjaan yang serentak ini, konektivitas kita semakin baik, aman, dan nyaman untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (Amel)