SuaraParlemen.id, Takengon – Masyarakat Aceh Tengah dipastikan tetap bisa menikmati tradisi pacuan kuda meskipun agenda resmi HUT ke-449 Kota Takengon sebelumnya sempat dibatalkan. Gelaran ini akan dilaksanakan secara mandiri oleh para peternak kuda bersama pelaku UMKM tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah (APBK).

Pegiat Pacuan Kuda Aceh Tengah, Aldi Yoga, mengungkapkan bahwa persiapan saat ini telah mencapai 60 persen. Pihaknya tengah mematangkan proses perizinan agar even budaya ini dapat segera terlaksana.

“Kami akan mengundang peserta dari Kabupaten Bener Meriah dan Gayo Lues. Kami ingin kegiatan ini melibatkan semua pihak yang siap berkolaborasi,” ujar Aldi kepada TribunGayo, Kamis (23/4/2026).

Aldi menekankan bahwa inisiatif ini murni lahir dari semangat swadaya masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk menjaga tradisi, sekaligus menjauhkan even dari kepentingan politik. Estimasi anggaran sebesar Rp 400 juta dikumpulkan sepenuhnya melalui partisipasi kolektif.

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, panitia juga merancang kegiatan ini memiliki misi kemanusiaan. Panitia akan membuka peluang donasi bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Aceh Tengah.

Rencananya, derap kaki kuda di tanah Gayo ini akan mulai diperlombakan tepat setelah hari raya Idul Adha 1447 Hijriah mendatang. (Kjp)

Baca juga :  Wujudkan Mimpi ke Level Nasional, Jambi Sukses Helat Finix Athletics Sumatera Open 2026