SuaraParlemen.id, Jambi – Nasib memprihatinkan menimpa Maya Sumiati (54), warga Kelurahan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Pasca menjalani operasi batu ginjal di Rumah Sakit Raden Mattaher, kondisi kesehatannya justru kian memburuk setelah luka bekas operasinya terbuka kembali dan belum mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Saat ini, Maya hanya bisa terbaring lemah di rumah sederhananya akibat rasa sakit yang melumpuhkan aktivitasnya. Kondisi luka yang terbuka tersebut berisiko memicu infeksi yang lebih parah jika tidak segera ditangani secara intensif.

Ketua RT 19, Zainal Abidin, mengonfirmasi bahwa warganya tersebut menjalani operasi sebelum Hari Raya Idulfitri lalu menggunakan bantuan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Namun, pemulihan yang diharapkan tidak berjalan mulus.

“Setelah pulang dari rumah sakit, beberapa hari kemudian luka bekas operasinya terbuka kembali. Idealnya harus segera dirujuk untuk penanganan lanjutan, tapi saat ini terkendala biaya,” ujar Zainal, (7/4).

Zainal menambahkan, hambatan utama yang dihadapi saat ini bukan hanya soal biaya, melainkan juga kerumitan proses administrasi untuk mendapatkan kembali layanan SKTM. Proses yang dinilai birokratis tersebut membuat akses penanganan medis bagi Maya menjadi lamban, sementara rasa sakit terus dideritanya setiap hari.

Kondisi Maya ini menjadi potret nyata tantangan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di lapangan. Meski pemerintah memiliki berbagai program jaminan kesehatan, fakta menunjukkan masih adanya warga yang terjepit dalam kesulitan administratif saat membutuhkan pertolongan cepat.

Kini, pihak keluarga dan pengurus RT setempat berharap ada perhatian serius serta bantuan dari pemerintah maupun instansi terkait. Penanganan medis yang cepat dan layak sangat dibutuhkan agar kondisi Maya tidak semakin memburuk dan menimbulkan risiko yang lebih besar. (Amel)

Baca juga :  Halal Bihalal atau Manuver Politik? Pertemuan Kepala Daerah Jambi Wilayah Barat Jadi Sorotan