SuaraParlemen.id, Tangsel – Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Ricky Yuanda Bastian, mendesak Dinas Pendidikan segera menyajikan data valid terkait angka putus sekolah di wilayah tersebut. Desakan ini muncul menyusul temuan data sementara tahun 2025 yang mencatat sebanyak 10.273 siswa di Tangsel berhenti sekolah.

Persoalan ini menjadi sorotan tajam dalam rapat koordinasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Ruang Rapat Komisi II DPRD Kota Tangsel, Minggu (6/4/2026).

Ricky menilai angka tersebut sangat mengkhawatirkan dan memerlukan proses verifikasi serta validasi mendalam agar kebijakan yang diambil pemerintah daerah tepat sasaran.

“Data 10.273 siswa putus sekolah ini angka yang sangat besar dan serius, maka validasi menjadi penting. Kita tidak bisa bekerja hanya berdasarkan asumsi,” tegas Ricky dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa kebijakan pendidikan yang presisi harus berpijak pada data lapangan yang akurat.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyoroti korelasi antara angka putus sekolah dengan tingkat kemiskinan di Tangsel yang berada di kisaran 30.000 jiwa. Menurutnya, sinkronisasi data antarinstansi sangat diperlukan untuk memetakan akar persoalan pendidikan secara tuntas.

“Apakah kemiskinan menjadi variabel tunggal penyebab anak putus sekolah? Ini yang harus kita dalami bersama agar intervensi kebijakan nantinya benar-benar menyentuh akar rumput,” ujarnya mempertanyakan fenomena tersebut.

Melalui desakan ini, DPRD berharap dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan setiap anak di Tangsel mendapatkan hak pendidikan tanpa terhalang kendala biaya atau faktor lainnya.

Baca juga :  Pemilihan Ketua RT Serentak: Wujud Nyata Demokrasi di Kota Jambi