SuaraParlemen.id, Jakarta – Peneliti dari Lab Rekayasa Termal dan Sistem Energi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Ary Bachtiar Krishna Putra, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Pemerintah dinilai berhasil menjaga ketahanan energi dan kelancaran pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama masa libur Lebaran.
Ary menilai keberhasilan ini tidak lepas dari pengalaman dan kematangan pemerintah dalam mengelola kebutuhan energi pada periode mudik tahunan.
“Pemerintah sudah punya jam terbang untuk menjamin keterisian dan harga BBM. Kinerja ini sekaligus menepis kekhawatiran publik terkait ketersediaan operasional BBM di tengah tensi geopolitik global yang memanas,” ujar Ary dalam keterangannya di Jakarta, Jum’at (27/03).
Menurutnya, lonjakan permintaan BBM saat arus mudik dan balik yang berlangsung sekitar sepekan sudah terantisipasi dengan baik. Selain faktor kesiapan pemerintah, perilaku masyarakat yang lebih bijak dalam mengonsumsi BBM juga turut menjaga stabilitas pasokan di lapangan.
“Saya lihat di beberapa daerah kondisi antrean BBM sudah tidak terlalu panjang. Manfaatnya terasa saat masyarakat mulai mengendalikan diri,” tambahnya.
Meski sukses mengawal Lebaran, Ary mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan fundamental pada kapasitas cadangan BBM. Saat ini, cadangan energi nasional baru menyentuh kisaran 20 hingga 28 hari, masih jauh di bawah negara tetangga seperti Singapura atau Jepang yang memiliki cadangan hingga berbulan-bulan.
Ia mendukung penuh langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan BBM hingga 90 hari. “Jika bisa mencapai 90 hari, itu luar biasa. Kita punya ruang napas saat harga pasar global berfluktuasi,” jelasnya.
Selain itu, Ary menyoroti peran positif program biodiesel seperti B50 yang efektif mengurangi ketergantungan impor solar. Kombinasi kebijakan yang tepat dan pola konsumsi yang terprediksi menjadikan pengelolaan energi nasional tahun ini sebagai indikator positif bagi ketahanan energi Indonesia ke depan. (Amel)

