SuaraParlemen.id, Tangerang – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun 2026. Strategi utama yang akan dijalankan mencakup penguatan daya beli masyarakat serta percepatan penyerapan anggaran belanja negara di seluruh instansi pemerintah.

“Langkah ini diambil untuk memastikan ‘mesin’ fiskal dan domestik tetap panas menghadapi tantangan ekonomi tahun ini,” ujar Purbaya di Tangerang, Kamis (5/2/2026).

Akselerasi Belanja Negara

Menkeu memastikan tidak akan ada penundaan dalam penyerapan anggaran tahun ini. Fokus utama pemerintah saat ini adalah mendorong kementerian dan lembaga (K/L) untuk merealisasikan belanja tepat waktu, yang dimulai sejak kuartal pertama.

Pemerintah akan melakukan monitoring ketat terhadap kinerja belanja agar dana tersebut segera mengalir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Akan saya dorong lebih cepat di triwulan pertama dan kedua tahun ini,” tegasnya.

Pertahankan Daya Beli dan Insentif Ramadan

Guna menjaga daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif pajak dalam waktu dekat. Kebijakan ini tetap dipertahankan meskipun pertumbuhan di beberapa sektor telah mencapai angka 5,4 persen. Pemerintah menilai kenaikan pajak saat ini berisiko memperburuk konsumsi domestik yang sedang dalam fase penguatan.

Selain kebijakan pajak, pemerintah juga telah menyiapkan insentif khusus guna menyambut momentum Ramadan dan Idulfitri. Pemberian insentif ini merupakan instruksi langsung dari Presiden untuk memacu tingkat konsumsi rumah tangga pada triwulan pertama tahun ini.

Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat memastikan sektor fiskal dan pasar domestik tetap bergerak aktif di tengah dinamika tantangan ekonomi global sepanjang tahun 2026. (Amel)

Baca juga :  Perkuat Pemberantasan Judi dan Korupsi, PPATK Kantongi Anggaran Rp333,5 Miliar untuk 2026