SuaraParlemen.id, Kuala Lumpur – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengumumkan bahwa pemerintah Iran telah memberikan izin kepada sebuah kapal tanker milik Malaysia untuk melintasi Selat Hormuz. Kabar ini disampaikan langsung oleh Anwar dalam pidato khusus yang disiarkan di stasiun televisi nasional, (27/03).
“Kini kami sedang dalam proses melepaskan kapal tanker minyak Malaysia beserta para pekerjanya agar mereka dapat meneruskan perjalanan pulang,” ujar Anwar sebagaimana dilansir dari kantor berita Bernama.
Dalam kesempatan tersebut, PM Anwar menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, atas koordinasi diplomatik yang memungkinkan kapal tersebut melanjutkan pelayaran. Ia menekankan bahwa gangguan pasokan energi di Selat Hormuz sangat krusial bagi Malaysia karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan minyak dan gas global.
Meski terdapat tantangan geopolitik, Anwar menegaskan bahwa posisi energi Malaysia saat ini relatif stabil. Hal ini berkat kemampuan perusahaan energi nasional, Petronas, dalam mengelola stok dan memastikan ketersediaan energi dalam negeri tetap terjaga.
Keberhasilan ini menyusul langkah serupa yang dilakukan oleh pemerintah Thailand. Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, sebelumnya mengonfirmasi bahwa kapal tanker milik Bangchak Corporation juga telah melintasi Selat Hormuz dengan aman pada Senin (23/03) setelah menempuh jalur diplomasi dengan Duta Besar Iran. (Amel)

