SuaraParlemen.id, Muaro Jambi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi resmi merilis hasil uji sampel makanan terkait kasus keracunan massal puluhan siswa di Sengeti yang terjadi pada 30 Januari 2026 lalu. Hasil investigasi menunjukkan adanya kontaminasi bakteri berbahaya dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, mengungkapkan bahwa penyebab utama keracunan tersebut adalah bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (E. coli). Bakteri ini ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada menu ayam suwir dan tahu.

“Penyebab keracunannya adalah dua bakteri, Staphylococcus aureus dan E. coli. Kandungan bakteri tersebut paling banyak ditemukan pada ayam suwir dan tahu,” ujar Budhi Hartono saat memberikan keterangan pada Kamis (19/2/2026).

Berdasarkan pendalaman dari Dinas Kesehatan Muaro Jambi, kontaminasi Staphylococcus aureus diduga kuat berasal dari proses pengolahan makanan yang tidak higienis. Kelalaian penjamah makanan serta rendahnya standar kebersihan di fasilitas pengolahan menjadi faktor utama pemicu munculnya bakteri tersebut.

Tim evaluasi juga menemukan sejumlah pelanggaran serius terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). Beberapa temuan di lapangan menunjukkan pengolahan makanan tidak memenuhi prinsip keamanan pangan, ditambah lagi jeda waktu antara proses memasak hingga distribusi yang dinilai terlalu lama, sehingga mempercepat pertumbuhan bakteri.

Atas temuan ini, Satuan Tugas MBG memberikan sejumlah rekomendasi tegas kepada yayasan pengelola. Rekomendasi tersebut meliputi peningkatan pengawasan dapur, penerapan standar keamanan pangan yang lebih ketat, serta pembenahan sistem sanitasi dan air bersih.

Meski ditemukan pelanggaran serius, Pemkab Muaro Jambi menegaskan bahwa keputusan mengenai kelanjutan kerja sama dengan pihak pengelola merupakan ranah pemerintah pusat.

“Keputusan apakah kontrak yayasan pengelola diperpanjang, dihentikan, atau diganti sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN) pusat. Kami di daerah fokus pada hasil evaluasi dan memastikan langkah-langkah perbaikan dilakukan,” pungkas Budhi. (Amel)

Baca juga :  Perkuat Hubungan Bilateral, Presiden Prabowo Terima Kunjungan PM Australia di Istana Merdeka