SuaraParlemen.id, Aceh Besar – Nelayan di wilayah Aceh Besar dinilai masih sangat membutuhkan modernisasi peralatan tangkap guna mendongkrak hasil produksi dan kesejahteraan mereka. Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal DPW PKS Aceh, Kasibun Daulay, saat menyerap aspirasi masyarakat pesisir di Gampong Baro, Kecamatan Masjid Raya, Kamis (9/4/2026).

Sebagai bentuk aksi nyata memperingati Hari Nelayan, DPW PKS Aceh menyalurkan bantuan jaring pukat darat dan perlengkapan melaut kepada kelompok nelayan di Aceh Besar. Kegiatan ini diawali dengan dialog bersama Panglima Laot Aceh untuk memetakan persoalan mendasar yang dihadapi nelayan lokal.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa keterbatasan teknologi menjadi kendala utama. Kasibun Daulay menyoroti minimnya penggunaan alat penentu titik ikan atau GPS yang membuat biaya operasional membengkak akibat konsumsi bahan bakar yang tidak efisien.

“Tanpa peralatan yang memadai, nelayan berisiko menghabiskan banyak energi dan biaya, namun hasil tangkapannya tidak maksimal. Kondisi ini harus diubah melalui kebijakan yang berpihak pada nelayan,” ujar Kasibun.

Selain masalah peralatan, kerusakan terumbu karang juga menjadi keluhan serius karena berdampak langsung pada penurunan populasi ikan di area tangkapan nelayan tradisional.

Bantuan jaring yang diserahkan merupakan bagian dari program pemberdayaan berkelanjutan dari DPW PKS Aceh dan Anggota DPR RI Fraksi PKS, Ghufran Zainal Abidin. PKS berkomitmen agar peringatan Hari Nelayan tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat pilar ketahanan pangan nasional melalui kesejahteraan masyarakat pesisir. (Kjp)

Baca juga :  Nusaibah Dewan PKS Tangsel Dorong Rumah Pompa di Kampung Empang Sari