SuaraParlemen.id, Jambi – Kondisi pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi tengah menjadi sorotan tajam. Sejumlah pasien mengeluhkan buruknya fasilitas ruang rawat inap, mulai dari rusaknya pendingin ruangan (AC) hingga kondisi gedung yang dinilai kumuh dan tidak terawat.

Salah satu keluarga pasien, yang berinisial A, mengungkapkan kekecewaannya terhadap fasilitas di ruang rawat inap penyakit dalam. Ia menyebutkan bahwa AC di ruangan tersebut mati total, sehingga pasien dan keluarga yang menjaga merasa kepanasan.

“Kondisinya panas sekali di dalam. Pasien di sebelah kami bahkan terpaksa membawa kipas angin sendiri dari rumah karena tidak tahan,” ujar A saat dikonfirmasi, (31/3/2026).

Untuk mendapatkan udara, keluarga pasien terpaksa membuka jendela ruangan. Namun, hal ini justru menimbulkan masalah baru karena banyaknya nyamuk yang masuk saat menjelang malam. Selain AC yang mati, sistem panggilan perawat (nurse call) di ruangan tersebut juga dilaporkan tidak berfungsi.

Menurut A, sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi, RSUD Raden Mattaher seharusnya memberikan fasilitas yang layak sesuai standar BPJS Kesehatan. Ia juga mengkritik suasana rumah sakit yang terkesan suram.

“Lorongnya gelap, temboknya lusuh. Rasanya seperti rumah sakit zaman penjajahan. Kalau fasilitasnya seperti ini, bagaimana pasien bisa cepat sembuh?” tambahnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, Plt Dirut RSUD Raden Mattaher Jambi, Ike Silviana, saat dimintai keterangan melalui sambungan telepon tidak memberikan penjelasan detil. Ia hanya sempat menanyakan lokasi ruangan yang dimaksud sebelum mengakhiri pembicaraan dengan alasan gangguan sinyal.

“Sebut saja ruangannya. Halo, sinyalnya susah,” ujar Ike singkat pada Senin sore. Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi ulang melalui telepon maupun pesan singkat belum mendapatkan respons lebih lanjut dari pihak manajemen rumah sakit. (Amel)

Baca juga :  Pertamina Dukung Langkah Tegas Polda Jambi Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi di Bungo