SuaraParlemen.id, Jambi – Kepengurusan Himpunan Perempuan Melayu Jambi (HPMJ) tingkat Kecamatan se-Kota Jambi masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan pada Kamis pagi. Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah serta pelestarian adat Melayu.

​Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua HPMJ Kota Jambi, Hj. Choirianti Budidaya, SH, serta disaksikan oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya:

  • ​Drs. H. A. Ridwan, M.Si (Sekretaris Daerah Kota Jambi)
  • ​Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG (Ketua TP PKK Kota Jambi sekaligus Penasihat HPMJ Kota Jambi)
  • ​Sri Hartati Ridwan, M.Si (Ketua DWP Kota Jambi)
  • ​Perempuan Sebagai Garda Terdepan Karakter Daerah

​Mewakili Wali Kota Jambi, Sekda A. Ridwan menyampaikan bahwa pengukuhan ini memikul tanggung jawab moral yang besar dan bukan sekadar acara seremonial semata. Menurutnya, perempuan memiliki posisi krusial dalam keluarga, masyarakat, hingga pemerintahan.

​”Semoga amanah yang telah diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan organisasi. Perempuan adalah garda terdepan dalam menjaga identitas budaya, memperkuat ketahanan keluarga, dan menanamkan nilai-nilai moral di masyarakat,” ujar Ridwan.

​Ridwan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi berkomitmen penuh untuk membuka ruang kolaborasi dengan seluruh organisasi kemasyarakatan, termasuk HPMJ. Beliau juga berpesan agar seluruh pengurus tetap menjaga kekompakan, komunikasi, serta merangkul masyarakat tanpa memandang latar belakang.

​”Bangun program kerja yang realistis, bermanfaat, dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Perempuan memiliki kekuatan besar dalam menciptakan suasana yang harmonis,” tambahnya.

​Sementara itu, Penasihat HPMJ Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, turut memberikan ucapan selamat kepada pengurus baru. Ia mengapresiasi langkah ekspansi organisasi ini, mengingat di Provinsi Jambi baru ada dua daerah yang membentuk kepengurusan tingkat kecamatan, yakni Kabupaten Merangin dan Kota Jambi.

Baca juga :  Bukan Sekadar Seremoni, Hari Pahlawan Wajib Diterjemahkan dalam Karya Nyata, Kata Wali Kota Maulana

​Nadiyah mengingatkan bahwa esensi budaya Melayu sangat luas, melampaui sekadar pakaian dan makanan tradisional, terutama di tengah derasnya arus globalisasi.

​”Muaranya adalah melestarikan budaya Melayu Jambi agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. HPMJ diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung program prioritas Pemkot Jambi, khususnya melalui inisiatif Bahagia Berbudaya,” tutur Nadiyah, (11/06/2026).

​Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana, Ika Krisnawati, dalam laporan pelaksanaannya menjelaskan bahwa pengukuhan ini bertujuan untuk memastikan roda organisasi berjalan secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkai dengan seminar kebudayaan.

​”Tujuan utamanya adalah meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya adat Melayu Jambi, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap seni, adat, dan budaya leluhur,” jelas Ika.

​Ia menambahkan, momentum ini juga dimanfaatkan untuk menampilkan bibit-bibit pelaku pelestari budaya lokal yang menonjolkan potensi serta kreativitas generasi muda Jambi. (Amel)