SuaraParlemen.id, Prancis – Kepolisian Prancis berhasil menangkap lima orang pelaku yang diduga terlibat dalam penculikan sadis terhadap seorang hakim dan ibunya. Para pelaku sempat menyandera kedua korban selama 30 jam dan melontarkan ancaman mutilasi jika uang tebusan dalam bentuk mata uang kripto tidak segera dipenuhi.
Penangkapan terhadap empat pria dan satu wanita tersebut dilakukan setelah kedua korban ditemukan dalam kondisi terluka di sebuah garasi di wilayah Drome, tenggara Prancis, pada Jumat (6/2/2026).
Kronologi dan Motif Penculikan
Peristiwa bermula pada Rabu malam saat hakim berusia 35 tahun dan ibunya yang berusia 67 tahun diculik dari kediaman mereka. Jaksa Lyon, Thierry Dran, mengungkapkan bahwa motif penculikan ini diduga kuat berkaitan dengan posisi pasangan sang hakim yang memiliki jabatan penting di sebuah perusahaan rintisan (startup) mata uang kripto.
“Para penculik menuntut tebusan dalam mata uang kripto dan mengirimkan pesan serta foto korban kepada pasangannya sebagai bentuk tekanan,” ujar Dran dalam konferensi pers, Senin (9/2/2026).
Operasi Penyelamatan
Pihak berwenang segera meluncurkan operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan sedikitnya 160 petugas polisi setelah menerima laporan tersebut. Namun, sebelum tebusan dibayarkan, kedua korban berhasil membebaskan diri dan meminta bantuan kepada warga sekitar di kawasan Bourg-les-Valence pada Jumat pagi.
Saat ini, kelima tersangka telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh kantor kejaksaan Lyon. Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan ancaman kekerasan ekstrem terhadap pejabat hukum dan modus operandi yang mengincar aset digital. (Amel)

