SuaraParlemen.id, Sumbar – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi memulai pembangunan hunian tetap (huntap) di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Jum’at (20/2/2026). Langkah ini diambil sebagai percepatan pemulihan pascabencana sekaligus motor penggerak kebangkitan ekonomi masyarakat setempat.
Pembangunan ini ditandai dengan prosesi groundbreaking yang dihadiri oleh jajaran petinggi Danantara, pemerintah daerah, dan perwakilan DPR RI. Proyek ini tidak hanya fokus pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan mental dan sosial warga terdampak.
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menegaskan pentingnya langkah cepat ini mengingat kondisi ekonomi Sumatera Barat yang sedang melambat. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Sumbar berada di angka 3,5 persen dengan inflasi mencapai 6 persen.
“Huntap ini bukan sekadar rumah. Ini adalah simbol kebangkitan ekonomi dan mental. Sumbar harus bangkit dari posisi saat ini,” ujar Dony Oskaria dalam keterangannya.
Selain hunian, Danantara berencana membangun “Sekolah Rakyat” yang mampu menampung 3.000 siswa. Fasilitas ini akan memberikan pendidikan gratis dan berkualitas dari jenjang SD hingga SMA, lengkap dengan asrama untuk mendukung penguatan sumber daya manusia.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah dengan menyediakan lahan seluas 1,8 hektare untuk tahap awal. “Saat daerah lain masih di tahap hunian sementara, kita sudah masuk ke hunian tetap. Sebanyak 80 unit rumah akan segera dibangun, dan kami telah menyiapkan cadangan lahan 4 hektare jika dibutuhkan pengembangan lebih lanjut,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. Ia mengapresiasi kecepatan Danantara dan BUMN dalam menyalurkan bantuan, mulai dari alat berat hingga paket sembako, dan berharap model percepatan ini bisa diterapkan di wilayah Sumbar lainnya.
Pembangunan 80 unit huntap ini ditargetkan rampung dalam waktu tiga hingga empat bulan. Guna memastikan keberlanjutan ekonomi, pemerintah daerah juga telah menyiapkan program pemberdayaan, termasuk pembentukan kelompok tani dan penyediaan mesin jahit bagi warga penghuni huntap nantinya. (Amel)

