SuaraParlemen.id, Jambi – Perum Bulog Kanwil Jambi menjamin ketersediaan stok pangan pokok, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Provinsi Jambi hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan untuk menjaga ketenangan masyarakat di tengah dinamika situasi global dan momentum hari besar keagamaan.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jambi, Ali Ahmad Najih Amsari, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

“Masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan. Tidak perlu ada kepanikan karena stok kami pastikan aman,” ujar Ali Ahmad Najih Amsari dalam keterangan resminya di Jambi, Rabu (11/3/2026).

Ketahanan Stok Nasional dan Lokal

Saat ini, persediaan beras yang dikuasai Bulog di seluruh Indonesia berada pada level yang sangat kuat, yakni sekitar 3,74 juta ton. Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai kisaran 4,5 hingga 5 juta ton pada akhir Maret mendatang, seiring dengan adanya panen raya di berbagai daerah.

Selain beras, pasokan minyak goreng juga dipastikan tetap terjaga melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan. Melalui kebijakan ini, Bulog mendapatkan alokasi sekitar 46 juta liter Minyakita setiap bulannya untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Harga Stabil dan Terkendali

Berdasarkan pemantauan langsung di lapangan, harga berbagai komoditas sembako di pasaran saat ini terpantau relatif stabil dan terkendali. Bulog berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Bulog bersama pemerintah terus melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan distribusi, penyerapan produksi dalam negeri, hingga pelaksanaan berbagai program stabilisasi pangan untuk masyarakat,” pungkasnya. (Amel)

Baca juga :  Tuntaskan Sanksi Adat, Pandji Pragiwaksono Jalani Ritual Pemulihan di Tana Toraja