SuaraParlemen.id, Jambi – Pemerintah Kota Jambi terpilih menjadi salah satu daerah prioritas nasional dalam pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy). Kepastian ini didapat setelah tim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan verifikasi lapangan di Kota Jambi baru-baru ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, mengungkapkan bahwa Kota Jambi terpilih masuk dalam jajaran 10 kota pertama yang akan melaksanakan proses groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek strategis tersebut.

“Alhamdulillah, kita akan mendapatkan bantuan insentif dari Kementerian Lingkungan Hidup berupa pengolahan sampah menjadi energi listrik. Insya Allah, kita menjadi prioritas utama untuk memulai pembangunan,” ujar Mahruzar, (13/4/2026).

Agar operasional pembangkit listrik dapat berjalan optimal, dibutuhkan minimal 500 ton sampah per hari sebagai bahan baku utama. Saat ini, produksi sampah di Kota Jambi baru mencapai angka 460 ton per hari.

Untuk menutupi kekurangan volume tersebut, Pemkot Jambi menggandeng Kabupaten Muaro Jambi sebagai pemasok tambahan. Dengan estimasi kiriman sampah dari Muaro Jambi sebanyak 210 ton per hari, maka total pasokan akan melampaui target, yakni mencapai sekitar 670 ton per hari.

“Dengan terpenuhinya bahan baku ini, kami berharap fasilitas waste to energy dapat segera terealisasi. Ini bukan hanya solusi jangka panjang untuk pengelolaan sampah, tetapi juga penyediaan energi alternatif bagi masyarakat,” tegas Mahruzar.

Proyek ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi Provinsi Jambi dalam mewujudkan kota yang lebih bersih dan mandiri secara energi, sekaligus menghapus praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) yang mulai ditinggalkan secara nasional. (Amel)

Baca juga :  Hangat dan Penuh Makna! Safari Ramadhan Walikota Jambi Maulana di Langgar An-Nur, Pimpin Tarawih hingga Beri Bantuan Renovasi