SuaraParlemen.id, Tegal – Ketahanan keluarga kini bukan lagi sekadar isu domestik, melainkan pilar strategis dalam menghadapi kompleksitas problematika sosial di perkotaan. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kota Tegal menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Riez Palace Hotel, Tegal, 12-15 Februari 2026.

Kegiatan ini bertujuan memperkokoh kompetensi 40 konselor agar mampu menangani dinamika permasalahan keluarga di akar rumput secara komprehensif.

Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, H. Abdul Ghoni, SE, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa keluarga adalah leading sector dalam pembentukan karakter generasi masa depan. Ia meminta penguatan kapasitas ini memberikan dampak konkret, bukan sekadar seremonial.

“Keluarga adalah unit terkecil yang menciptakan peradaban. Jika keluarga rapuh, ia akan menjadi sumber masalah baru bagi masyarakat. Sebaliknya, keluarga yang tahan banting akan mampu melewati berbagai ujian zaman,” ujar Abdul Ghoni di hadapan para peserta.

Sebagai wakil rakyat, Ghoni berkomitmen terus mendorong kebijakan yang berorientasi pada ketahanan keluarga dan berharap Puspaga menjadi wadah belajar yang solid bagi masyarakat Tegal.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB2PA) Kota Tegal, Yulia Herawati Pitnah, S.STP, M.Si, menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah fondasi penting sebelum konselor diterjunkan langsung.

“Membangun keluarga tidak bisa dilihat dari satu sektor saja. Puspaga hadir dengan pendekatan multidimensi untuk membantu keluarga mengelola konflik internal maupun eksternal,” jelas Yulia.

Guna memberikan landasan teori dan praktis yang kuat, pelatihan ini menghadirkan pakar kenamaan, yakni Guru Besar IPB University di bidang Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga, Prof. Dr. Euis Sunarti.

Melalui penguatan Puspaga ini, Pemerintah Kota Tegal berupaya memastikan setiap warga memiliki akses terhadap edukasi dan konseling, sehingga kerentanan sosial dapat dimitigasi sejak dari lingkup terkecil.

Baca juga :  LAZ OPSEZI TEBAR MANFAAT RAMADHAN UNTUK 12.157 WARGA DI PROVINSI JAMBI