SuaraParlemen.id, Jakarta – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono memberikan klarifikasi terkait sorotan tajam terhadap anggaran pengadaan sepatu Sekolah Rakyat yang mencapai Rp27 miliar. Agus menegaskan bahwa angka Rp700 ribu per pasang yang ramai diperbincangkan bukanlah harga beli riil, melainkan batas maksimal anggaran atau pagu.
Dalam penjelasannya, Agus menyebutkan bahwa terdapat perbedaan spesifikasi antara sepatu harian siswa dengan sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL). Pagu sebesar Rp700 ribu tersebut dialokasikan khusus untuk jenis sepatu PDL yang memerlukan standar ketahanan tinggi.
“Itu pagunya, bukan harga riil. Nanti akan ada proses orientasi pasar. PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) akan memilih vendor dengan harga paling efisien namun tetap sesuai spesifikasi,” ujar Agus, (8/5/2026).
Wamensos merinci bahwa untuk sepatu harian siswa Sekolah Rakyat, harganya jauh lebih terjangkau, yakni di kisaran Rp200 ribu per pasang. Sementara itu, pagu untuk sepatu PDL ditetapkan lebih tinggi karena mempertimbangkan beberapa faktor teknis:
- Kekuatan Material: Syarat mutlak daya tahan tinggi untuk penggunaan lapangan.
- Kenyamanan & Kerapian: Desain yang mendukung mobilitas penggunanya.
- Modifikasi Khusus: Penambahan atribut berupa logo Sekolah Rakyat pada fisik sepatu.
Agus menambahkan, meskipun pagu anggaran sudah ditetapkan, proses pelelangan akan tetap mengedepankan prinsip efisiensi anggaran tanpa mengorbankan kualitas material. Pihak Kemensos berkomitmen untuk melakukan audit dan orientasi pasar guna memastikan vendor yang terpilih memberikan penawaran terbaik bagi negara. (Amel)

