SuaraParlemen.id, Jambi – Sosok Muhammad Sum Indra kembali menjadi sorotan setelah memastikan diri melanjutkan pengabdiannya sebagai senator di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia. Lahir di Jakarta pada 6 September 1972, pria berusia 53 tahun ini tercatat menjabat sebagai anggota DPD RI daerah pemilihan Jambi untuk dua periode berturut-turut, yakni 2019–2024 dan 2024–2029.
Sum Indra bukan orang baru dalam kancah politik dan pendidikan di Jambi. Berikut adalah rangkuman perjalanan karier dan profil sang senator:
Pendidikan dan Latar Belakang Keluarga:
- Sum Indra merupakan cucu dari Nurdin Hamzah, saudagar legendaris dan sangat terkenal di Kota Jambi.
- Ia memiliki kaitan keluarga yang erat dengan tokoh-tokoh besar Jambi, sebagai keponakan mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, serta sepupu dari Zumi Zola dan Diza Hazra Aljosha.
- Menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Jambi dan Jakarta, ia merupakan lulusan S1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (1997) dan meraih gelar S2 dari Universitas Gunadarma (2000).
Rekam Jejak Karier:
- Sebelum terjun ke Senayan, ia menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jambi periode 2008–2013 mendampingi Bambang Priyanto.
- Di dunia akademisi, ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua STMIK Nurdin Hamzah Jambi (2003–2008) dan Ketua BPH STISIP serta STMIK Nurdin Hamzah (2017–2021).
Perolehan Suara di Pemilu:
- Kepercayaan masyarakat Jambi terhadapnya terus meningkat. Pada Pemilu 2019, ia terpilih dengan perolehan 156.896 suara.
- Pada Pemilu 2024, jumlah dukungannya naik menjadi 166.140 suara, yang mengukuhkan posisinya kembali sebagai senator petahana.
Saat ini, di bawah kepemimpinan Ketua DPD RI, M. Sum Indra S.E., M.M.Si. berkomitmen untuk terus menyuarakan kepentingan daerah Jambi di tingkat nasional. Dedikasinya yang panjang, mulai dari memimpin perguruan tinggi, menjadi orang nomor dua di Kota Jambi, hingga kini di DPD RI, mempertegas langkah politiknya sebagai salah satu tokoh berpengaruh dari Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. (Amel)

