SuaraParlemen.id, Peusangan – Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan diprediksi akan menghadapi fenomena hujan hidrometeorologi pada periode 14 hingga 20 April 2026. Menanggapi hal tersebut, Komunitas Relawan Hulu DAS Peusangan (KORHUDAS) merilis panduan keselamatan bagi masyarakat.
Ketua KORHUDAS menekankan pentingnya kesiapsiagaan di tingkat desa guna meminimalisir risiko dampak bencana seperti banjir atau tanah longsor. “Jangan panik, namun mari kita tetap waspada,” pesannya dalam keterangan tertulis yang dirilis hari ini.
Panduan Keselamatan: 5 Hal yang Harus Diperhatikan
Untuk menjaga keselamatan bersama selama sepekan ke depan, masyarakat diimbau untuk mengikuti lima langkah preventif berikut:
- Jauhi Lereng Bukit: Hindari aktivitas di sekitar lereng yang rawan longsor saat intensitas hujan meningkat.
- Hindari Bantaran Sungai: Mengingat debit air dapat meningkat secara tiba-tiba (banjir bandang), warga diminta menjauh dari area pinggiran sungai.
- Amankan Kendaraan: Pastikan kendaraan diparkir di tempat yang lebih tinggi dan aman dari jangkauan potensi genangan air.
- Prioritaskan Kelompok Rentan: Berikan perhatian ekstra dan bantuan evakuasi bagi penyandang disabilitas, lansia, dan anak-anak.
- Lapor Cepat: Segera laporkan kepada pihak berwenang atau relawan setempat jika melihat tanda-tanda awal bencana atau jika bencana telah terjadi.
Penguatan Peringatan Dini di Tingkat Desa
Selain imbauan personal, KORHUDAS juga mendorong penguatan sistem Peringatan Dini Potensi Bencana di level desa melalui dua aksi nyata:
- Aktivasi Alarm: Menyampaikan informasi peringatan atau “alarm” bahaya kepada seluruh warga melalui pengeras suara (masjid/balai desa).
- Titik Kumpul: Menyepakati lokasi titik kumpul yang aman agar proses evakuasi berjalan teratur jika kondisi darurat terjadi.
Publikasi ini dikeluarkan secara resmi oleh Komunitas Relawan Hulu DAS Peusangan (KORHUDAS PEUSANGAN) sebagai bentuk dedikasi dalam mitigasi bencana berbasis masyarakat. Warga diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi dan tetap menjaga komunikasi dengan aparat desa setempat.
Mari jaga keselamatan diri dan keluarga. Waspada bencana, cegah duka. (Kjp)

