SuaraParlemen.id, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis keraguan sejumlah pihak terkait kemampuannya dalam mengelola anggaran negara. Di hadapan Komisi XI DPR RI, Purbaya menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia saat ini tetap terjaga meski di tengah ketidakpastian global.

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah memiliki “bantalan” kuat berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun. Dari total dana tersebut, sebanyak Rp300 triliun ditempatkan di perbankan, sementara sisanya disimpan di Bank Indonesia.

“Ketika keadaan seperti ini, kita masih punya tambahan bantalan tadi (SAL). Jadi anggaran kita aman,” ujar Purbaya dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, (7/4).

Menurutnya, dana SAL yang merupakan tabungan negara dari sisa anggaran tahun-tahun sebelumnya ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas anggaran. Terutama saat menghadapi lonjakan harga minyak mentah dunia akibat konflik di Timur Tengah. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan DPR dalam pengelolaan dana ini demi keberlanjutan fiskal.

Menanggapi kritik yang menyebut dirinya tidak bisa menghitung anggaran, Purbaya menegaskan pengalamannya yang sudah teruji sejak awal tahun 2000-an.

“Saya sudah menghitung anggaran sejak tahun 2002, 2003, 2005. Jadi di luar orang bilang menteri keuangannya tidak bisa menghitung, saya hanya menegaskan di sini bahwa saya bisa hitung,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan perannya sebagai penasihat pemerintah saat terjadi kenaikan harga BBM sebesar 126 persen pada tahun 2005. Kala itu, ia terlibat langsung dalam menghitung detail dampak kebijakan tersebut terhadap postur anggaran negara. Bahkan, ia menyebut Indonesia memiliki model perhitungan fiskal yang mampu memproyeksikan asumsi harga minyak hingga 10 tahun ke depan. (Amel)

Baca juga :  Prioritas Pemulihan Bencana, Pemerintah Pusat Kucurkan Dana TKD Triliunan Rupiah ke Tiga Provinsi di Sumatra