SuaraParlemen.id, Aceh Tengah – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Kabupaten Aceh Tengah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Aula SMP IT Cendekia, Kecamatan Bebesen, guna memilih kepengurusan baru untuk periode 2026–2030. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini mengusung tema “Regenerasi Kepemimpinan JSIT: Kolaborasi Menghadirkan Pendidikan Islam yang Bermutu”.

Musda ini menandai berakhirnya masa bakti kepengurusan periode 2022–2026 sekaligus menjadi tonggak awal estafet kepemimpinan baru. Ketua Panitia, Ricki Ayudiwa, menegaskan bahwa momentum ini sangat krusial untuk memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan yang bernaung di bawah JSIT.

“Ini adalah langkah penting untuk melanjutkan visi organisasi dan memastikan kolaborasi antar-pengurus tetap solid demi kemajuan pendidikan Islam di daerah kita,” ujar Ricki dalam sambutannya, (3/4/2026) .

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua JSIT Wilayah Aceh, Fahrul Rizal, S.Pd., M.Pd., Gr. Dalam arahannya, Fahrul menekankan pentingnya regenerasi yang sehat dan semangat kolaborasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan Islam terpadu, khususnya di wilayah Aceh Tengah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pembina dan pengurus JSIT Aceh Tengah, antara lain Ihsanuddin, Ilawarni, Nora, serta Abshar, SH., MH. Kehadiran mereka memberikan dukungan moril yang kuat terhadap keberlanjutan roda organisasi.

Selain unsur internal, Musda ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh pendidikan dan mitra strategis, seperti Ida Nusraini (Yayasan Az Zahra), Yana Rahmayana (Kepala SDIT Al Manar), dan Kemala Hayati (Kepala SDIT Cendekia). Menariknya, perwakilan pengurus JSIT dari Kabupaten Bener Meriah juga hadir untuk memberikan dukungan lintas wilayah.

Melalui Musda ini, JSIT Aceh Tengah berharap dapat melahirkan nakhoda baru yang inovatif dan mampu membawa organisasi berkontribusi nyata dalam mencetak generasi Islam yang berkualitas serta memiliki daya saing tinggi di masa depan. (Kjp)

Baca juga :  Safari Ramadhan Ketiga, Fahrul Ilmi Ajak Masyarakat Perbanyak Baca Al-Qur'an