SuaraParlemen.id, Jakarta – Perum Bulog resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat pengelolaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Sinergi ini difokuskan pada pemanfaatan teknologi modern guna mencegah serangan kutu, menjaga mutu produk, serta membangun ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah transformasi perusahaan dalam mengelola rantai pasok pangan berbasis teknologi. Penandatanganan adendum Nota Kesepahaman dilakukan bersama Kepala BRIN, Arif Satria, di Jakarta pada Jumat (27/3), sebagai bentuk penguatan kerja sama yang telah terjalin sejak 2024.
“Melalui sinergi ini, Bulog tidak hanya menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan, tetapi juga mendorong inovasi teknologi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan logistik secara menyeluruh,” ujar Rizal dalam keterangannya di Jakarta, (30/3).
Ruang lingkup kerja sama ini mencakup beberapa poin krusial bagi kedaulatan pangan, di antaranya:
- Pengembangan Smart Farming: Pemanfaatan teknologi terkini dalam sistem pertanian.
- Modernisasi Pergudangan: Optimalisasi infrastruktur pengolahan dan penyimpanan pangan.
- Teknologi Pengawetan: Riset inovasi teknologi radiasi untuk meningkatkan daya simpan dan efisiensi distribusi.
- Diversifikasi & Jaringan Pangan: Pengembangan variasi produk serta perluasan jaringan distribusi pangan.
Kepala BRIN, Arif Satria, menambahkan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, hilirisasi riset ke sektor strategis seperti Bulog akan menciptakan sistem pangan nasional yang lebih modern, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Langkah konkret ini diharapkan dapat memperpanjang usia simpan beras nasional sekaligus menjamin kualitas pangan yang diterima masyarakat tetap dalam kondisi prima. (Amel)

