SuaraParlemen.id, Jambi – Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) secara terbatas sebagai strategi nasional. Kebijakan ini dinilai ampuh menekan beban subsidi energi sekaligus dialihkan untuk penguatan sektor pertanian.

Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi, Sutan Adil Hendra (SAH), menjelaskan bahwa penerapan WFH minimal satu hari dalam seminggu dapat memangkas mobilitas harian masyarakat. Hal ini secara otomatis menurunkan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang selama ini membebani APBN.

“Pendekatan WFH ini memiliki efek ganda. Di satu sisi menekan konsumsi energi, di sisi lain membuka ruang efisiensi anggaran negara, khususnya pada subsidi energi,” ujar Sutan Adil Hendra dalam penyampaian hasil kajiannya di Jambi, Selasa (25/3).

Menurut tokoh yang akrab disapa SAH ini, penghematan dari sektor subsidi energi tidak boleh berhenti pada aspek fiskal semata. Ia menegaskan bahwa dana hasil efisiensi tersebut harus dikonversi menjadi investasi nyata bagi para petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.

“Dana yang berhasil dihemat harus dialihkan untuk memperkuat sektor produktif, mulai dari subsidi pupuk, pembangunan infrastruktur pertanian, hingga peningkatan akses pembiayaan bagi petani,” tegasnya, (26/3).

Selain aspek ekonomi, kajian HKTI Jambi juga menyoroti dampak positif terhadap lingkungan. Penurunan mobilitas kendaraan dinilai mampu mengurangi emisi karbon, sejalan dengan komitmen pembangunan berkelanjutan.

Meski demikian, HKTI mengingatkan bahwa implementasi WFH wajib dibarengi dengan penguatan sistem digital dan pengawasan kinerja yang ketat agar produktivitas tetap terjaga.

HKTI Jambi menyimpulkan bahwa WFH bukan sekadar soal fleksibilitas kerja, melainkan bagian dari strategi ekonomi makro yang mampu mendorong ketahanan fiskal serta mempercepat pembangunan sektor pertanian secara nasional. (Amel)

Baca juga :  Jelang Mudik Lebaran 2026, Dishub Jambi Dorong Travel Ilegal Beralih ke Plat Kuning