SuaraParlemen.id, Jambi – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., memaparkan capaian strategis dan rencana besar pembangunan kota dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Jambi Tahun 2027. Dalam kesempatan tersebut, Maulana mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Jambi pada tahun 2025 berhasil mencapai 5,13 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi (4,93 persen) dan nasional.
“Ke depan kita menargetkan pertumbuhan ekonomi Kota Jambi pada tahun 2027 bisa meningkat hingga 5,75 persen,” tegas Maulana dalam pemaparannya.
Selain capaian ekonomi, fokus utama Maulana dalam waktu dekat adalah perbaikan infrastruktur jalan kota yang akan dimaksimalkan pada tahun 2026. Langkah ini diambil guna menindaklanjuti aspirasi masyarakat melalui DPRD. Program prioritas lainnya mencakup “Kampung Terang” untuk penerangan permukiman yang akan dimulai bertahap di beberapa kecamatan sebelum diperluas ke seluruh wilayah kota.
Di sektor lingkungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Operasi Pemberantasan Buang Sampah (OPBM) di 1.583 RT. Maulana juga mengumumkan rencana pengoperasian pabrik pengolahan sampah pada Juni atau Juli mendatang, yang diikuti dengan penegakan sanksi tegas berupa denda hingga Rp20 juta bagi pelanggar aturan pembuangan sampah.
“Setelah pabrik beroperasi, penegakan aturan akan kita lakukan secara lebih tegas sesuai peraturan daerah yang berlaku,” ujarnya, (16/3/2026).
Menyambut pembangunan jalan tol, Maulana juga tengah menyiapkan Kota Jambi sebagai tujuan wisata melalui pengembangan kampung wisata berbasis RT. Program ini mendorong setiap RT mengoptimalkan potensi lokal seperti kuliner, budaya, dan kreativitas masyarakat agar Kota Jambi tidak sekadar menjadi daerah perlintasan.
Sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik, Pemkot Jambi juga mendeklarasikan komitmen “One Agency One Innovation” guna mendorong budaya inovasi di setiap perangkat daerah. Musrenbang ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta, termasuk Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, unsur Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menyelaraskan usulan masyarakat dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah. (Amel)

