SuaraParlemen.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan terus berupaya memperkuat konektivitas ekonomi dengan Malaysia, khususnya di wilayah perbatasan. Fokus utama saat ini adalah mempercepat normalisasi perdagangan lintas batas di titik penting Entikong-Tebedu.
Langkah strategis ini mencakup implementasi penuh Border Trade Agreement (BTA) 2023, yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat di beranda depan kedua negara.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Roro Esti, menegaskan bahwa hubungan dagang antara Indonesia dan Malaysia masih memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan lebih jauh melalui produk-produk bernilai tambah.
“Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan perdagangan yang kuat. Kami melihat banyak peluang untuk memperluas kerja sama, termasuk melalui peningkatan perdagangan bernilai tambah dan penguatan konektivitas ekonomi di kawasan perbatasan,” ujar Wamendag Roro Esti, (16/3).
Optimalisasi jalur Entikong-Tebedu dinilai sangat krusial. Selain memfasilitasi pertukaran barang kebutuhan pokok, percepatan normalisasi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi dan memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha di wilayah perbatasan. (Amel)

