SuaraParlemen.id, Pidie Jaya – Pemerintah resmi mengalokasikan anggaran sebesar Rp86,7 miliar untuk merevitalisasi 72 sekolah yang terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Langkah strategis ini diambil guna mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan agar para siswa dapat segera kembali belajar di lingkungan yang aman dan layak.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa puluhan satuan pendidikan tersebut telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk program revitalisasi tahun 2026.
“Ini bagian dari upaya kami agar rekonstruksi, khususnya untuk sarana pendidikan di Aceh, dapat terselesaikan dengan lebih cepat lagi,” ujar Mu’ti dalam keterangannya di Aceh, Rabu (11/3/2026).
Kolaborasi dengan TNI AD
Dari total 72 sekolah, sebanyak 62 sekolah akan dikerjakan secara swakelola, sementara 10 sekolah lainnya akan dibangun melalui kolaborasi dengan TNI Angkatan Darat (TNI AD). Saat ini, sejumlah sekolah yang telah menandatangani PKS tahap pertama bahkan sudah memulai pekerjaan awal dengan target penyelesaian sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Selain perbaikan fisik, pemerintah juga tengah memproses relokasi bagi sekolah-sekolah yang lokasinya sudah tidak memungkinkan untuk digunakan kembali. “Kami menunggu kepastian tempatnya. Mudah-mudahan bisa kami berikan prioritas dengan anggaran tahun 2026,” tambahnya.
Komitmen Nasional untuk Pendidikan
Secara nasional, program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 mengantongi total anggaran sebesar Rp14 triliun yang menyasar sekitar 11.000 sekolah di berbagai daerah. Prioritas diberikan kepada wilayah terdampak bencana, sekolah dengan kerusakan berat, serta daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Salah satu penerima bantuan, Plt. Kepala SD Negeri 8 Meureudu, Martini, mengungkapkan rasa syukurnya. Sekolahnya yang sempat terendam banjir setinggi 1,5 meter kini tengah menjalani rehabilitasi 12 ruang kelas. “Dengan peninggian bangunan, ke depannya kami bisa lebih siaga terhadap banjir, dan anak-anak bisa belajar dengan baik,” ungkapnya.
Pemerintah menargetkan sekolah dengan kerusakan ringan hingga sedang rampung pada Juni 2026, sementara proyek dengan kerusakan berat dan relokasi ditargetkan selesai pada November 2026. (Amel)

